top of page
  • Admin

Technology Membuat Rendah Hati dan Kreatif Dedikasi Konsisten bersama SHINTA VR: A Flashback Series


Menjabat sebagai Chief Creative Officer (CCO) SHINTA VR, Wisnu Danur Wendo tidak berbesar kepala. Dalam A Flashback Series sebelumnya, Andes sempat menyebut elemen-elemen yang terdapat di alam semesta, dan mencocokkan pada tim pendiri SHINTA VR. Menurut Andes, kepribadian dan karakteristik Wisnu sangat menganut nilai-nilai kebumian. “Wisnu itu sudah jadi C-Level, tapi penampilannya masih sederhana dan polahnya lucu,” lanjutnya.


Dalam kilas balik A Flashback Series sebelumnya, Wisnu termasuk salah satu orang pertama yang dipercaya Andes saat memulai SHINTA VR. Tahun-tahun berlalu. Wisnu pun lulus dari kuliah Teknik Industri. Perkembangan demi perkembangan turut dirasakan Wisnu sejak SHINTA VR berdiri. “Mungkin berkaca dari awal SHINTA VR, selayaknya startup pada umumnya, kami berawal dari tim kecil. Every person wear many hats,” ujar Wisnu. “Ya gue sempat ngerjain video, walaupun gue orang 3D Artist, tapi ini kan termasuk branding perusahaan. Mestinya lebih bagus, tapi karena keterbatasan resource dan waktu juga,” lanjut Wisnu.


Kondisi yang serba terbatas itulah yang mendorong Wisnu untuk tetap bersikap rendah hati (humble), karena ia telah mengawali sesuatu dari yang kecil. Bahkan menurut Wisnu, humble saja tidak cukup, kita butuh pemikiran kreatif untuk menciptakan perasaan antusias saat bekerja. Wisnu antusias sekali dalam menyelesaikan pekerjaan. “Gue paling nggak suka ngeliat orang yang overtime, seharusnya memanfaatkan waktu supaya nggak usah overtime. Work life harmony itu penting,” tuturnya, dan secara tidak langsung, prinsip tersebut membawa Wisnu dan SHINTA VR lebih impactful lagi pada 2022.


Perjalanan Wisnu di SHINTA VR, jika diakumulasikan, tampak membutuhkan berbagai pengorbanan mulai dari waktu, tenaga, sampai pemikiran. Namun apa yang telah ia korbankan membuahkan hasil memuaskan secara perlahan. Wisnu menyampaikan “Konsistensi tidak menghianati hasil. Karena 6 tahun gue di sini, dari awal timnya sedikit, tahu-tahu punya 3D artist, tahu-tahu punya videografer, tahu-tahu punya Tim Kreatif. Itu menurut gue achievement sih.” Dengan kata lain, Wisnu ingin bilang bahwa proses adalah segala-galanya. Kesabaran dan ketelitian juga menyertai Wisnu dalam bekerja.


Berdasarkan cerita pengalaman Wisnu, dapat kita garisbawahi bahwa menjadi humble dan kreatif akan meningkatkan konsistensi kita. Artinya, mengawali suatu usaha dibutuhkan konsistensi yang besar. Salah satu cara meningkatkan konsistensi adalah melalui cara berpikir kreatif (berbagai sudut pandang) agar tidak jenuh dan rendah hati untuk menciptakan suasana yang harmoni. Salah satu pengalaman Wisnu terkait humble, kreatif, dan konsisten tidak hanya berpengaruh pada SHINTA VR, namun berpengaruh terhadap dirinya juga. “Gue berterima kasih karena gue di SHINTA VR, gue bisa kuliah. Ngebiayain hidup gue sendiri pas masa kuliah. Dedikasi gue tinggi karena nih perusahaan sudah ngasih gue banyak hal,” ucap Wisnu. Seperti halnya bumi, Wisnu menjadi pribadi yang merawat nilai-nilai harmonis di SHINTA VR. Wisnu menjadi contoh bahwa teknologi membuat kita tetap menjadi humanis. (Bersambung)


2 tampilan0 komentar

Comments


bottom of page